Kumpulan kata - kata tentang Senja

Hasil gambar untuk senja 
Kumpulan kata - kata tentang Senja

 Senja adalah panorama yang paling indah jika diungkapkan dengan kata – kata. Tak sedikit pula, yang menjadikannya momen favorit dikala sore menjelang malam hari. Menikmatinya pun juga, terkadang membuat candu. Sehingga banyak orang yang menunggu momen tersebut dengan menyeduh kopi ataupun hanya sekedar duduk manis sambil menulis perasaan yang ingin diungkapkan secara tersurat.

Galau, senang, marah, kecewa, merupakan perasaan yang dapat diceritakan dalam sebuah kertas betapa mengenangkannya peristiwa semacam itu. Ditambah dengan pemandangan indah di kala matahari beranjak dari peraduan ataupun matahari yang mulai terlelap dengan sinar biasnya.

Fenomena komplit dengan segudang perasaan yang akan dituangkan. Sehingga momen seperti ini tak akan mudah terlewatkan begitu saja.

“Menjadi seseorang yang mampu untuk selalu berada di dekatmu ketika bangun merupakan suatu hal yang istimewa buatku. Karena apa, hal itu adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki”

“Senja memang semena – mena, meninggalkan keindahan dan pergi begitu saja, Ia selalu datang kembali di esok hari. Namun, tak seperti dirimu yang tampak indah dari senja tapi pergi entah kemana" 

“Menginginkan seseorang untuk tetap berada di sampingmu itu hal yang sulit. Karena membangun kenyamanan tak hanya dapat dilakukan dalam satu malam saja. Banyak hal yang harus dilaluinya. Salah satunya adalah denganmu”

“Senja adalah perantara kita menuju kegelapan. Tapi, jika kita tahu cara bersyukur dan menikmatinya, banyak gemerlap bintang dalam langit yang gelap menunggu untuk kita rasakan indahnya."- Fiersa Besari.

“Memang benar, senja ibarat sebuah rindu. Selalu ingin bertemu meskipun harus menunggu terlebih dahulu. Karena senja dan rindu itu mempunyai persamaan. Sama halnya dengan dirimu, Harus menunggu untuk mengecup rindu”

“Senja pergi secara spontan namun perlahan, karena ia tahu. Pergi secara tiba – tiba hanya akan menyakiti siapapun yang berusaha untuk menikmatinya"

“Menikmati dirimu seperti halnya menikmati senja. Karena aku selalu lupa waktu ketika bersamamu. Dan aku pun teringat di kala sore itu. Janji yang kita ucap bersama, namun itu semua hanyalah sebuah memorial yang telah lama hilang"

“Aku menyukai waktu di mana aku sedang bersamamu, melihat senja dan menikmatinya. Lalu saling berdo’a. Tuhan, jikapun senja tak ada, jadikanlah kami dalam perasaan yang sama".

“Beberapa penyair memang suka bersembunyi dibalik senja, ufuk, bintang, gunung, pantai, jingga, kopi, dan berbagai kata – kata hipnotis lainnya, untuk kemudian lupa pada realita bahwa dunia sedang tidak baik – baik saja. Hingga pada akhirnya kata adalah hiasan belaka. Seseorang yang fanatis terhadap keindahan alam terkadang lupa, betapa sakit di derita oleh sang alam yang begitu mencekat"


0 Comments


EmoticonEmoticon