Kumpulan Kata-Kata Kecewa dan Galau



Kata-Kata Kecewa adalah suatu hal yang amat wajar, bahkan kekecewaan yang biasanya terjadi dalam kehidupan ini bisa dibilang akan datang kian silih berganti. Kekecewaan ini juga biasa terjadi pada siapapun orang yang tengah menaruh hatinya pada seseorang yang dicintai namun tidak sesuai dengan harapannya.

Kekecewaan ini bukanlah hanya menghinggapi seseorang yang dewasa saja, melainkan anak-anak, remaja maupun orang tua semua orang pasti ataupun pernah merasakan yang namanya kekecewaan.

Kecewa adalah posisi dimana kamu sangat rapuh karena apa yang menjadi impian atau kemauan kamu tidak berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat, pada dasarnya seseorang yang kecewa akan selalu menampilkan perubahaan pada mimik wajahnya dan akan cenderung lebih pendiam dan murung diri.

Kekecewaan ini tingkatannya begitu lebih dalam dari pada amarah dan sebuah kesedihan. Karena setelah kekecewaan ini menghampiri seseorang,  ia akan memebuat orang tersebut tidak akan lagi sama seperti yang dulu kamu kenal, maupun yang kamu cinta pun bisa dalam sekejap berubah fikiran menjadi benci hanya karena rasa kecewa yang menghampirinya.

Suatu kepercayaan yang mahal, dan mudahnya kamu mengecewakannya maka tak akan pernah sama lagi dengan awalnya. Ibarat sebuah kertas yang kemudian di lipat-lipat dan tersobek, mungkin ia tetap bisa kembali menjadi utuh namun sayang tidak akan pernah kembali ke awal sebelum dia rusak pun samanya dengan kepercayaan yang tengah dikecewakan.

Berikut ini adalah beberapa kata-kata kecewa yang bisa mewakili rasa hati yang tengah dirundung rasa kecewa yang amat dalam.

Kata-Kata Kecewa Buat Sindir Gebetan


"Apabila aku bukanlah bagian dari semangatmu, maka setidaknya aku adalah salah satu orang yang selalu menyebutmu dalam doa-doaku"

"Merelakan sebuah kepergianmu bukanlah pilihan yang terbaik, namun meminta agar dirimu kembalipun bukanlah sebuah hal yang tepat. Pasrahkan saja semunya kepada Tuhan karena hanya takdirnyalah yang terbaik"

"Bak alas dari kaca lantas berjalan diatas paku, setapak demi setapak pedihnya amat tercampak, memendap pedih kelu saat engkau sebut nama dia di hadapanku tiap kali engkau bersamanya"

"Taman ini dan bunga ini maupun seluruh yang ada disini adalah saksi bahwa aku dan kamu pernah sedekat itu, namun kini aku tersadar dirimu tak lagi ada untukku"

"Engkau mampu berlari dengan menebar sebuah senyuman yang indah, sedangkan aku? terpaku tak sanggup memelukmu dengan erat-erat, karena bagimu keadaanku ini adalah ketiadaan yang tak pernah ada untukmu"

"Aku lebih suka melihatmu yang bersifat dingin daripada aku harus melihatmu terluka dalam kesedihan saat kita bertemu"

"Saling mengenal dalam tentang dirimu semudah hembusan nafas, namun melupkanmu adalah hal yang sesulit ketika aku mencoba meraih bulan"

"Biarkan saja berjuta kata terangkai dalam sebuah benakku yang masih saja tak berani menampakkannya di depanmu. Namun tanpa aku sadari ternyata pikiranku telah jauh menguasai sehingga berharap bisa bersanding denganmu. Namun, itu hanyalah mimpi."

"Berapa kerasnya desiran angin yang menghujang tubuhku ini, terlalu sadis air yang keluar dari keheningan serta terlalu amat pedih mengingat kenangan yang mulai membuatku selalu terpaku terbiasa tanpa adanya sesosok kamu yang tadinya aku cintai."

"Aku dan kamu pernah seerat denyut nadi, Namun kini aku dan kamu hanyalah bagaikan sebuah matahari dan bumi yaitu begitu jauh tak seerat dulu kala."

0 Comments


EmoticonEmoticon